SELAMAT DATANG kepada CALON PENGUSAHA KULINER Indonesia.... WELCOME TO YOGYAKARTA - SELAMAT DATANG di Pusat Belajar, Kursus dan Pelatihan KULINER NO.1 di Indonesia

FARAH QUINN COOKING

Wednesday, November 25, 2015

Cara membuat bakso pentol suRAbaya


Cara membuat bakso pentol SURAbaya

Bahan:
300 gr daging sapi atau ayam cincang
3 sdm tepung kanji (tapioca flour)
3 buah bawang putih, dihaluskan / 2 sdt garlic powder
1 butir telur, putihnya saja
1 sdt baking powder supaya baksonya mengembang bagus
1 sdt garam halus
1 buah maggi blok
Merica bubuk secukupnya
Pala bubuk secukupnya

Air secukupnya utk merebus si pentol ^_^

Pembuatan:
Aduk semua bahan diatas dengan blender sampai tercampur
Rata dan lembut. Ulangi berkali-kali sampai halus dan lembut.

Jika terlalu sulit diblend, beri sedikit air es.

Setelah halus dan merata, bentuk menjadi bulatan2 bakso
(aka. Pentol) dengan menggunakan 2 buah sendok kecil.

Kalau malas seperti saya, ada cara yang lebih praktis;
Taruh sekepalan adonan ditelapak tangan,
Genggam seperti mengepalkan tangan dan tekan supaya memadat,
Keluarkan adonan dari ujung kepalan (diantara ibu jari dan telunjuk),
Potong membulat dengan sendok kecil.
Hasilnya tidak sebulat bakso yang dibulatkan satu persatu-satu,
Tapi proses pembulatan pentol jauuuuh lebih cepat


Thursday, November 5, 2015

Cara menyimpan bakso

Cara menyimpan bakso


Walaupun tanpa pengawet, bakso dapat bertahan kurang lebih 1 bulan. Bila ingin menyimpan bakso, perhatikan beberapa hal berikut :
Jika disimpan dalam lemari es (chiller), sebaiknya taruh bakso dalam wadah tertutup atau kantong plastik. Bakso tahan disimpan 5 hari.
Jika disimpan dalam freezer, taruh dalam kotak plastik atau kantong plastik tebal dan tutup rapat. Lebih baik lagi jika bakso ditaruh dalam wadah kedap udara, tahan disimpan selama 1 bulan atau lebih.

Sebelum diolah menjadi hidangan, cuci lebih dulu bakso dalam air hangat.

Sunday, November 1, 2015

Sensasi Ayam Bakar Cuckoo dan Ayam Goreng Keju, Reportase Kuliner

Sensasi Ayam Bakar Cuckoo dan Ayam Goreng Keju, Reportase Kuliner


Bagi penggemar ayam bakar atau ayam panggang, kalau belum mencoba ayam bakar Cuckoo rasanya belum lengkap deh. Gak percaya? Saya sudah membuktikan, inilah pengalaman saya yang saya tulis dalam bentuk reportase dari lapangan. Semoga bermanfaat. Minggu, 5 April 2015 lalu di depan areal parkir Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu, 5 April 2015 lalu bersamaan dengan Car Free Day, siang itu ada tenda dengan taplak meja dominan berwarna hitam semua. Di situlah ada beberapa jajanan kuliner yang cukup mengundang selera. Salah satu di antaranya adalah ayam bakar Cuckoo. Harganya murah meriah, enak dan membuat perut yang saat itu memang lagi keroncongan, tergoda untuk ikut mencicipi karena wangi bumbunya menyebar saat dibakar. Ayam bakar Cuckoo ini, bukan hanya konsumsi untuk kaula muda atau para muda-mudi ataupun seluruh keluarga yang senang akan ayam bakar. Tapi juga bagi orang yang pengidap penyakit Diabetes juga bisa menikmati rasa sensasi ayam ini. Mr Luc Andre-lah yang membuat ayam bakar ini. Mister bule ini asalnya dari Belgia yang juga ternyata adalah mantan chief di negaranya di Eropah sana. Kenapa beliau tiba-tiba saja ada di Indonesia? Itu karena istrinya adalah orang Indonesia yang asalnya dari Aceh, cantik, lincah, murah senyum dan masih muda. Namanya Sabrina Yasmin. Istrinya inilah yang banyak membantu bisnisnya ini.


Bisnis ayam bakar ini sesuai pengakuan keduanya, baru digeluti tahun 2015 ini. Mr Luc mengatakan, dia sendiri yang meracik bumbu ayam Cuckoo ini. Dia juga mengatakan, “saya langsung yang meracik bumbu ayam ini, karena saya adalah pengidap Diabetes”. Selain usaha ayam bakar, Mr Luc juga memiliki usaha yang lain yaitu Coklat yang diberi nama “Belgian Chocolate”. Semua bahan-bahan termasuk ayamnya dari Indonesia, kecuali ada beberapa herbal atau bumbunya berasal dari Belgia, ditambah dengan minyak zaitun. Ayam bakar Cuckoo dibakar atau dipanggang di dalam alat pemanggang roster. Kata pemilik ayam bakar ini, ayam kalau dibakar atau dipanggang itu kalori dan vitaminnya tetap terjaga dibanding kalau ayam itu digoreng atau dimasak. Kulitnya juga tetap terjaga dan bahkan sangat renyah. Usaha penjualan ayam bakar ini dijajakan dengan memakai mobil yang sudah didesain khusus, semacam mobil warung yang dilengkapi perlatan dapur. Tenaga pekerjanya ada dua tim. Warna mobilnya sangat ngejreng yaitu warna merah dan kuning. Adapun harga ayamnya sangat terjangkau, yaitu dengan uang Rp 20.000,- sudah dapat satu potong, kalau tambah nasi Rp 25.000,- dan kalau satu ekor Rp 120.000, itu sudah bisa dikonsumsi untuk beberapa orang. Gimana? murah kan? Ayam Bakar Jepang Di samping ada ayam bakar Cockoo, ada juga ayam goreng ala jepang yang tak kalah enaknya. Pemilik ayam goreng ini ternyata pengusaha muda yang usianya masih tergolong remaja, yaitu Darryl Ratulangi. Dia juga yang meracik ayam gorengnya dengat sangat renyah dan empuk. Empuk karena berupa daging ayam yang diberi tepung. Ada juga sedikit bumbu dari Jepang.

Wah….pantas enak. Darryl ini masih termasuk rekanan dari Mr Luc Andre dan Mbak Sabrina Yasmin. Darryl menemukan formula khas pada ayam gorengnya ini, menurut pengakuyannya, karena diilhami dari seringnya ngumpul-ngumpul sama teman-temannya sambil makan roti bakar. Nah roti bakar yang dimakannya itu, kok hanya sebegitu saja, sementara harganya cukup. “Kenapa saya tidak buat saja makanan yang murah-meriah? Enak dan digemari para remaja, juga cocok buat makanan sambil ngumpul-ngumpul dengan teman-treman?,” begitu batin Darryl, bujangan Kawanua, asal Manado, Sulawesi Utara ini. Mas Deril kemudian meracik sendiri bumbunya, lalu diberi tepung dan digoreng. Setelah itu dipasarkan ke teman-temannya dan ternyata….. laris. Akhirnya Mas Derryl membentuk beberapa tim untuk membantunya berkeliling sambil memakai mobil VW Combi yang sudah dimodifikasi, sebagai kendaraan operasional dalam menjajakan “hasil karya”-nya itu. Dalam meracik ayam goreng tepung ini, Mas Derryl meracik sendiri. Untuk ayam goreng yang memakai keju, tomat, sambel dan mayones dia namakan ayam goreng Crep and Cheese. Dan masih banyak lagi jenis ayam goreng yang lain. Wah hebat ya..masih muda tapi karyanya sudah banyak dinikmati orang. Sukses ya Mas Derryl, Mr Luc dan Mba Sabrina.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sittirabiah/sensasi-ayam-bakar-cuckoo-dan-ayam-goreng-keju-reportase-kuliner_5535a5516ea834b713da42e1






Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...